Mengoptimalkan Aktivitas Team Building
Aktivitas team building adalah langkah praktis yang selayaknya segera dilakukan setelah sebuah tim kerja terbentuk agar tidak ada masa kosong pada sebuah tim, karena tim kerja yang ada mewakili setiap potongan pekerjaan organisasi/perusahaan. Sehingga setiap aktivitas team building mempengaruhi produktifitas perusahaan/organisasi.
Beberapa kegiatan yang mungkin dilakukan setelah tim terbentuk adalah diskusi, mengawali pengerjaan proyek penting atau besar. Agar tim yang ada dapat segera meningkatkan dan mempercepat pencapaian organisasi/perusahaan.
Melakukan aktivitas team building juga seharusnya senantiasa dilakukan oleh tim-tim yang telah lama terbentuk. Hal ini agar setiap tim kerja senantiasa bergerak untuk mencapai target bersama dan menghindari kemandulan kinerja tim lama.
Untuk mengorganisasi setiap aktivitas team building dalam perusahaan atau organisasi, diperlukan pimpinan yang mampu mengintegrasikan pekerjaan, memperbarui target, ekspansi dan daya saing yang kuat. Karena jika setiap aktivitas team building dalam perusahaan atau organisasi tidak terkontrol, maka aktivitas tersebut justru akan menguras energi dan biaya perusahaan/organisasi tanpa memberikan hasil yang optimal.
Untuk mengoptimalkan setiap aktivitas team building yang ada, berikut beberapa tips yang dapat digunakan:
1. Spesifikasi Pekerjaan. Setiap tim harus memiliki deskripsi tugas yang jelas dengan koridor tertentu. Spesifikasi tugas ini yang akan membedakan aktivitas team building yang satu dengan lainnya. Kejelasan pekerjaan juga akan memudahkan setiap tim untuk mengambil keputusan internal terkait pekerjaannya. Sehingga tidak ada aktivitas team building yang tumpang tindih atau bahkan dobel kegiatan yang bisa berakibat pemborosan tenaga, waktu, pikiran maupun biaya. Spesifikasi tugas juga akan membuat setiap aktivitas team building terukur dan teratur dalam rangka mencapai target perusahaan/organisasi. Tetapi spesifikasi pekerjaan ditetapkan dengan tujuan pencapaian hasil dan tidak menutup ruang kreatifitas setiap tim.
2. Koordinasi Berkala. Mengorganisasi setiap aktivitas team building dalam perusahaan/organisasi agar tidak berbenturan, seorang pemimpin harus senantiasa melakukan koordinasi. Melalui koordinasi berkala, hasil dari setiap aktivitas team building dapat dimonitoring dan evaluasi. Koordinasi berkala juga berfungsi untuk melihat perkembangan masing-masing anggota dan setiap tim yang ada. Melakukan koordinasi berkala, juga berarti menjaga perusahaan/organisasi dari kegagalan produktifitas. Koordinasi berkala adalah langkah manajemen resiko yang wajib dilakukan setiap pemimpin dari semua aktivitas team building, sehingga langkah antisipasi dapat senantiasa dilakukan untuk meminimalisasi kerugian.
3. Spesifikasi Peran. Spesifikasi peran hampir sama dengan spesifikasi pekerjaan. Hanya saja spesifikasi peran diberikan pada setiap pemimpin tim maupun masing-masing anggota tim. Kekhususan peran dan menghindari peran ganda akan mempercepat dan meningkatkan produktifitas setiap orang dalam aktivitas team building. Setiap orang akan dituntut berkreasi dan bekerja sesuai dengan peran masing-masing sehingga menghasilkan kombinasi produktiftas yang optimal. Jika spesifikasi peran telah dipahami oleh masing-masing personal, maka setiap aktivitas team building akan mampu mencapai target yang ditetapkan, bahkan melampaui. Karena setiap orang bekerja maka perusahaan/organisasi akan mampu menghasilkan produktitas secara optimal.
Mengintegrasikan setiap aktivitas team building agar roda organisasi/perusahaan tetap berjalan, adalah kewajiban pimpinan perusahaan/organisasi. Sehingga ukuran produktifitas pun berbanding lurus pada kegiatan dan aktivitas yang dilakukan setiap tim di dalamnya.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Outbound Trainig dan Team Building, silahkan hubungi
kami:
ADVENTURE INDONESIA
( PT. KHATULISTIWA NUSANTARA HIJAU )
Perusahaan yang telah dikukuhkan sebagai PKP
Marketing Executive :
Patria Krisna, S.S (Filsafat) Hp:0812 88 22 08 88
Sweti Triutami Dewi, S.Psi
Hp: 0856 72 58 689
|